Bukit Yang Tak Biasa Itu Bernama Cumbri!

Puncak Bukit Cumbri

Berada di Dusun Kepyar, Purwantoro, Wonogiri, tepat di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur, Bukit Cumbri akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak traveler. Untuk menutup rasa penasaran, sayapun mendatanginya beberapa waktu lalu.

Pagi itu saya bersama suami berangkat dari Klaten, saya juga menyempatkan mampir sebentar ke rumah saudara yang memang rumahnya di daerah Wonogiri. Makan siang dan iseng saja saya menanyakan daerah Purwantoro ke saudara. Sempat tidak diperbolehkan untuk kesana sih, karena lokasinya yang cukup jauh. Tapi, karena saya cukup keras kepala, saya nekat-nekat saja pergi ke sana.

Pemandangan Sepanjang Jalur Pendakian
Pemandangan Sepanjang Jalur Pendakian

Bermodalkan nekat saya beranikan diri untuk menyambangi Bukit Cumbri. Saya sempat khawatir dengan mood suami saya. Sebelum saya pergi ke Wonogiri, suami saya sempat badmood gara-gara gps dan medan jalan yang kurang masuk akal berlubang tak tahu aturan. Ditambah untuk menuju lokasi ini saya sama sekali tidak tahu jalan. Bisa garing juga kan kalau si suami badmood untuk ke dua kalinya.

Saya memutuskan untuk tak mempercayai gps sepenuhnya dan lebih memilih bertanya ke beberapa warga lokal yang berada di daerah tersebut. By the way, warga di sekitar daerah ini ramah-ramah loh, saya merasa disambut dan tersanjung selama perjalanan ke sini.

Kurang lebih 1,5 jam akhirnya saya sampai di pintu masuk Bukit Cumbri. Sekadar info saja, Bukit Cumbri ini memiliki empat jalur yang berbeda. Jalur Barat adalah Kepyar, Kecamatan Purwantoro. Jalur Timur adalah Jatisari, Biting, Purwantoro. Jalur Timur Laut adalah Pager Ukir, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur dan Jalur Selatan/ Tengah adalah Sumber, Biting, Purwantoro.

Gerbang Pendakian Bukit Cumbri.
Gerbang Pendakian Bukit Cumbri.

Dan kebetulan waktu itu saya melewati jalur pintu utama, Sumber, Biting, Purwantoro, Wonogiri. Meskipun waktu itu turun hujan, namun cuaca kembali membaik. Awalnya saya pikir jalur tersebut seperti jalur menuju bukit pada umumnya, namun perkiraan saya salah. Untuk menuju puncak bukit ini, saya perlu mendaki kurang lebih dua jam. Belum saya dan suami yang salah kostum. Ah, pasti melelahkan!

Pos 1 Atau Pos Jarakan
Pos 1 Atau Pos Jarakan

Berada di ketinggian 638 mdpl, Bukit Cumbri ini merupakan bukit yang dikelola sendiri oleh warga setempat tanpa campur tangan pemerintah daerah. Konon, warga mulai bergotong-royong untuk membuat fasilitas yang lebih baik demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung.

Bukit ini cocok untuk pemula, jalurnya banyak tanjakan, namun tidak terlalu berat. Ditambah banyak bonus pemandangan yang indah selama di jalur pendakian. Di sepanjang jalur, banyak juga area untuk camping yang bisa digunakan untuk transit jika kelelahan.

Camping Ground di Sepanjang Jalur Pendakian
Camping ground sekaligus view di sepanjang jalur pendakian

Sesampainya di pos 1 atau Pos Jarakan, saya mendapati tulisan CUMBRI berwarna-warni, katanya sih baru seminggu ini dipasangkan. Menambah indahnya pemandangan selama di jalur pendakian.

Setelah lelah mendaki, saya akhirnya tiba di Puncak Cumbri. Pemandangannya memang keren. Bisa melihat sunrise dan sunset sekaligus. Dari sini saya bisa melihat beberapa kota yang saling berdekatan dengan bukit ini. Yaitu, Wonogiri, Pacitan, Ngawi, Madiun, Karanganyar, Ponorogo dan juga Magetan. Akan lebih cantik lagi jika dilihat di malam hari. Sayangnya saya tak berbekal cukup untuk bermalam disini.

Puncak Bukit Cumbri
Puncak Bukit Cumbri.

Sekadar info juga, di puncak tertinggi Bukit Cumbri terdapat banyak monyet liar. Saya sempat takut menuju puncak itu sendirian, untung saja ada mas-mas baik yang mau diajak jalan bareng menuju puncak. Sedangkan suami asik mengabadikan pemandangan dengan kameranya. 😀

Akhirnya saya sampai di puncak tertinggi Bukit Cumbri. Setelah asik berfoto ria sambil menikmati pemandangan, ternyata saya harus segera turun, mengingat bahwa saya tak berbekal apapun sedangkan hari juga sudah mulai petang.

Terima kasih Cumbri, kamu itu bukit yang tak biasa, untuk menuju puncakmu saya perlu mendaki lama dan cukup kelelahan. Tapi semuanya terbayar lunas oleh pemandangan yang diberikan.

Batu raksasa di sisi lain Bukit Cumbri
Batu raksasa di sisi lain Bukit Cumbri

By the way, jika kamu berencana kesini, persiapkan fisik dan bekal yang bisa memulihkan energi yang habis oleh jarak ketika mendaki ya! Ah, rasanya mendaki itu melelahkan. Kenapa selalu ada penyesalan ditengah jalan ketika badan sudah kelelahan ya, ada yang bisa menjelaskan? 😀

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan