Kenangan Yang Sengaja Saya Tinggalkan di Kawah Putih, Bandung.

Traveling memang tak pernah ada habisnya sebagai bahan perbincangan. Apakah kamu pernah mendengar Kawah Putih? Ya Kawah Putih merupakan salah satu destinasi wisata di Bandung. Dan merupakan salah satu destinasi yang menarik menurut saya.

Beberapa minggu yang lalu, untuk kali keduanya saya mengunjungi Kawah Putih. Pertama saya kesana bersama kedua kawan wanita saya beberapa tahun yang lalu, dan yang kedua saya dan suami saya beserta rekanan kerja saya. Seringkali saya melakukan hal konyol dan tak masuk akal hanya untuk sebuah perjalanan. Bagaimana tidak, libur satu hari saya beranikan diri menginjakkan kaki ke Bandung.

Travel partner dari Yogyakarta.
Travel partner dari Yogyakarta.

Memang cukup? Ya, jika dibilang kurang, pastilah kurang. Tapi, itu sudah lebih dari cukup. Lama-kelamaan saya mulai nyaman dan terbiasa dengan cara saya merencanakan sebuah perjalanan. Dengan jadwal yang sulit diprediksi, saya selalu butuh extra tenaga untuk mengaturnya jauh-jauh hari. Tentunya sepaket dengan suami.

Well, Kawah Putih merupakan salah satu obyek wisata favorit yang berada di kawasan Ciwidey, Bandung. Kawah Putih merupakan danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Dan saat ini sudah cukup terkenal di kawasan Bandung.

Tempat retribusi tiket masuk ke Kawah Putih
Tempat retribusi tiket masuk ke Kawah Putih.

Untuk sampai di Kawah Putih, saya sengaja menggunakan jasa rental mobil milik teman yang baru saja saya kenal melalui jejaring sosial facebook. Mengingat bahwa saya hanya memiliki waktu 12 jam, saya pun tak ingin melewatkan banyak hal selama di sana. Meskipun sebenarnya selain menggunakan kendaraan pribadi saya juga bisa menggunakan beberapa kendaraan umum dengan rute Terminal Leuwi Panjang ke Terminal Ciwidey.

Angkutan Umum Kawah Putih
Angkutan Umum Kawah Putih

Dengan kondisi jalanan yang naik turun, membuat saya sedikit resah dengan kondisi teman saya. Secara salah satu dari mereka adalah pemabuk berat kendaraan. Namun, rasa penasaran dan bahagia membuat mereka semakin tertantang dan tertolong dari mabuk perjalanan. Syukurlah!

Tak banyak yang berubah dari Kawah Putih itu sendiri. Hanya ada kenaikan sedikit untuk biaya tiket masuk ke kawasan kawah tersebut. Selain itu, pemerintah juga sudah memberlakukan kartu elektrik guna mempermudah akses masuk obyek wisata loh. Untuk bentuk kartunya semacam kartu ATM berwarna hijau. Saya cukup menempelkan ke magnetnya, dan pintupun terbuka.

Harga Tiket Masuk Kawah Putih
Harga Tiket Masuk Kawah Putih

Kawah Putih mampu menghipnotis banyak orang yang mengunjunginya, termasuk saya. Bau belerang yang menyengat dan hijaunya kawah itu selalu memberikan suasana mistis nan romantis bagi saya. Sejuknya udara disana membuat saya betah untuk tinggal dan sesekali saya mengabadikan pemandangan itu melalui kamera ponsel saya. Bau belerang yang begitu menyengat membuat saya tak bisa berlama-lama disana. Konon, bau belerangnya tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Sahabat!
Sahabat!

Tak jauh dari Kawah Putih, saya pun menyempatkan mampir sebentar ke Ranca Cai Upas. Terletak tak jauh dari Kawah Putih itu sendiri, saya melihat banyak segerombolan rusa disana, ternyata Ranca Cai Upas merupakan salah satu tempat penangkaran rusa di kawasan Ciwidey. Dengan membayar 10.000 saja, saya dapat membeli sayuran untuk diberikan kepada rusa-rusa yang ada disana.

Kawah Putih.
Kawah Putih.

Rasanya saya tak ingin beranjak dari sana, namun mengingat waktu saya tak banyak. Sengaja kutinggalkan kenangan disana, yang kelak akan membuat saya kembali kesana.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan