Suka Tantangan? Ya Ke Lava Tour Merapi Saja

Bunker Kaliadem

Sebenarnya ini merupakan liburan yang tak biasa. Di tulisan ini, saya membawa rombongan keluarga besar staff di tempat saya bekerja. Ya, beberapa hari yang lalu saya bersama beberapa panitia membuatkan rencana perjalanan sederhana. Cukup alot sebenarnya, dari sisi saya dan panitia harus memberikan beberapa rekomendasi destinasi yang memungkinkan untuk di pilih dari berbagai aspek yaitu dari budget, jarak dan juga benefit apa saja yang bisa di berikan, tapi memang tujuannya untuk refreshing karyawan. Hingga akhirnya terpilihlah Lava Tour Merapi. Yang mana selain tidak terlalu jauh, tentunya destinasi ini memberikan beberapa benefit yang cukup membuat saya dan staff lainnya bugar kembali.

Pagi itu, kami berkumpul di hotel dan berencana bermotoran untuk menuju titik kumpul yang di sudah di tentukan sebelumnya. Pukul 07.30 kami tiba di lereng merapi tersebut. Kami masih sempat untuk coffee break sebentar. Kami sengaja memesan beberapa snack yang bisa di bawa ketika rombongan nanti tiba. Anggap saja camilan untuk mengganjal perut yang belum sarapan. 😀

Titik Kumpul Lava Tour
Titik Kumpul Lava Tour

Setelah jeep lengkap, saya membagi rombongan ke beberapa jeep. Dan sembilan jeep dari rombongan kami cukup membuat keributan selama di perjalanan. Destinasi yang terpilih adalah tiga titik. Yaitu, Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, dan Bunker Kaliadem.

Pertama, kami menuju ke Museum Sisa Hartaku. Disini, kami di perlihatkan beberapa sisa barang dan bangunan yang tersisa setelah erupsi. Cukup miris, bayangkan saja apa yang terjadi ketika rumah-rumah yang ada, habis di lahap ganasnya letusan Merapi. Ada juga abu dan bebatuan sisa erupsi yang sengaja di simpan. Berbagai macam peralatan rumah tangga, kendaraan, hingga tulang belulang hewan tersimpan di museum ini.

Museum Sisa Hartaku
Museum Sisa Hartaku

Selanjutnya, kami menuju ke Batu Alien. Destinasi kedua ini, terletak di tebing Kali Gendol. Disebut Alien atau Alihan, konon batu tersebut merupakan hasil erupsi yang terbawa hingga sejauh area ini. Penduduk sekitar menyebutnya Batu Alihan karena merupakan batu yang beralih dari gunung Merapi sampai ke Kampung Jambu. Selain di sebut Batu Alihan, batu ini juga sering di sebut Batu Alien, Batu yang menampakkan wajah manusia yang memiliki wajah, mata, hidung, mulut dan telinga. Dan perlu konsentrasi penuh untuk dapat berimajinasi ke sana. 😀

Batu Alien Merapi
Batu Alien Merapi

Destinasi selanjutnya, kami di bawa ke Bunker Kaliadem. Selain sisa-sisa pasir dan permukaan tanah tandus, konon bunker ini digunakan sebagai tempat perlindungan dari bahaya lahar panas. Namun, sudah tak berfungsi lagi ketika di temukan dua relawan yang meninggal dunia di dalamnya. Dan saat ini telah dijadikan obyek wisata dan merupakan destinasi favorit pengunjung ketika lava tour.

Bunker Kaliadem
Bunker Kaliadem

Sayangnya, saat itu kami berada di kondisi yang tidak cerah. Merapi tertutup kabut dengan jelasnya. Hingga gunung yang memesona itu tak nampak muncul sedikitpun. Namun, beruntungnya kami, selama perjalanan kami sama sekali tidak kepanasan karena suasana mendungnya.

Jeep Merapi
Jeep Merapi

Rasa lelah dan puas menyelimuti perjalanan kami saat itu, bahagia itu memang sederhana. Terbayar lunas untuk perjalanan ini, semoga akan ada perjalanan-perjalanan lainnya lagi ya. 😀

Artikel terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan