Uji Adrenalin di Sepanjang 625 Meter, Flying Fox Terpanjang Kedua Se Asia Tenggara

Get ready for 625 meters.

Berawal dari wacana karena libur yang bersamaan, saya dan suami berencana mengunjungi flying fox di Green Village, Gedangsari. Sebenarnya destinasi yang satu ini sudah lama saya dengar, dan juga lokasinya tak jauh dari tempat saya tinggal. Namun, ini kali pertama saya mengunjunginya disertai rasa penasaran dengan flying fox terpanjang ke dua se Asia Tenggara. Ya, terpanjang di Indonesia!

Secara geografis Green Village Gedangsari ini terletak di Dusun Guyangan Lor, Desa Mertelu Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Merupakan destinasi yang mulai hits, yang belum lama ini terdengar santer di kalangan traveler, dengan menawarkan sejuta keindahan barisan seribu pegunungan yang membentang luas dengan megahnya.

Green Village
Green Village

Setibanya di Green Village, sejujurnya dalam hati saya tak berharap banyak. Karena memang hari telah senja, tentunya wahana tersebut memiliki batas waktu tertentu untuk dikunjungi kan?

Sesampainya di bagian informasi dan pendaftaran saya bertanya ke pengelolanya, apakah masih bisa menggunakan wahana flying fox dan saya beruntung sekali waktu itu, saya diijinkan untuk mencoba dan beradu adrenalin bersama suami.

Sebelum pergi ke titik poin untuk memasang pengaman dan peralatan lainnya, saya harus mengisi lembar registrasi terlebih dahulu. Dengan isian data diri dan juga riwayat kesehatan pengunjungnya. Diisi sesuai dengan yang sebenarnya dan sejujurnya ya! 😀

Ruang registrasi
Ruang registrasi.

By the way, flying fox di Green Village ini merupakan flying fox terpanjang ke dua se Asia Tenggara loh, setelah flying fox yang berada di Chiang Mai, Thailand tentunya, dengan panjang lintasan 800 meter. Namun, memang banyak informasi di media social yang menjelaskan bahwa flying fox di Indonesia ini adalah yang terpanjang se Asia Tenggara.

Dengan hanya membayar 100.000 saja, saya sudah bisa menjajal wahana ekstrim ini. Menurut saya sepadanlah dengan pengalaman yang didapatkan. Dan itu nggak bisa diberikan cuma-cuma untuk pengunjung yang tak punya cukup nyali. 😛

Get ready for 625 meters.
Get ready for 625 meters.

Bagi kamu yang memiliki penyakit jantung, hamil, epilepsi, dan phobia ketinggian, flying fox ini sangat tidak direkomendasikan ya. Karena menjaga diri sendiri itu lebih baik daripada sekadar coba-coba. Jangan karena ingin terlihat keren, akhirnya malah menjadi petaka.

Sekali lagi, flying fox atau dalam padanan bahasa Indonesia sering disebut luncur gantung ini cukup membuat saya ketagihan akan sensasinya. Selain beruntung, saya juga merasa puas dengan pelayanan semua pengelolanya. Ramahnya warga sekitar membuat saya merasa betah dan tentunya ingin kembali ke sana lagi. Sebut saja Mas Wawan, salah satu guide yang sekaligus menjadi instruktur yang memberi arahan dan panduan keselamatan sebelum saya berluncur gantung di sana.

Jika kamu ingin mencoba flying fox ini dan bingung mencari rute lokasinya. Kamu bisa ajak saya untuk mengulanginya (lagi). Karena akan aneh saja jika kamu berteriak sendirian, paling tidak jika kamu mengajak seorang teman, kamu tidak akan istighfar sendirian! 😀

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan