Wana Wisata Petak 9, Spot Terbaik Untuk Menikmati Telaga Warna Dari Ketinggian

Bepergian tanpa perencanaan yang matang adalah hal yang pantang dilakukan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi saya. Dengan santainya saya meyakini bahwa semua akan baik-baik saja tanpa kendala. Tapi akan lain cerita jika salah satu rekan saya yang seharusnya menjadi petunjuk arah malah berhalangan ikut. Ah, hal seperti ini memang biasa terjadi, tapi bukan halangan bagi saya dan calon suami (sekarang sudah sah) untuk tidak melanjutkan perjalanan bukan? 

Meskipun sejujurnya, saya pasti akan sedikit kebingungan mencari spot untuk mendirikan tenda waktu itu, yang mana seharusnya saya sudah duduk santai sembari menikmati secangkir kopi.  Sampai pada akhirnya, saya mendapatkan informasi untuk ke Petak 9 sebagai spot mendirikan tenda.

Terletak tak jauh dari Telaga Warna, Dieng, Wonosobo, Petak 9 merupakan destinasi baru yang dikelola oleh warga sekitar. Jika kamu masih kebingungan, dari pertigaan Dieng, arahkan kendaraan menuju Telaga Warna. Sebelum menemukan pos retribusi Telaga Warna, kurang lebih 500m sebelah kiri jalan, kamu bakal menemui gerbang bambu bertuliskan Wana Wisata Petak 9, dan di situlah pintu masuk menuju camping ground Petak 9.

Karena merupakan destinasi baru dan belum begitu santer terdengar, Petak 9 memang masih terlihat sepi meskipun di hari libur sekalipun. Serasa area ini hanya milik saya sendiri, Yugo pun hanya ngontrak! 😀

Ada cerita unik dibalik perjalanan saya kali ini. Di Petak 9 memang belum nampak area untuk parkir motor, karena saya khawatir dengan motor kesayangan saya, saya memutuskan untuk menitipkan motor di basecamp Gunung Prau, Dieng.

Dan karena waktu itu saya memang sedang berhemat, jalan kaki menjadi pilihan tepat untuk kembali menuju Petak 9. Kurang lebih 1 km jarak yang saya tempuh dengan berjalan kaki dari basecamp Gunung Prau menuju ke Petak 9. Dengan membawa carriel berukuran 60L tentunya. Ah syahdu, “cuma jalanan rata, enteng!” celetuk saya.

Jalannya rata, ah enteng. ~~
Jalannya rata, ah enteng. ~~

Tiba di camping ground, saya masih khawatir karena sepinya. Meskipun tidak ada yang jaga, tapi tetap usahakan untuk ijin dengan pihak pengelolanya ya. Berharap akan ada orang yang nyasar di sini bersama kami. Namun, hingga larut malampun tak ada satu orangpun yang turut mendirikan tenda di Petak 9. Padahal bulan malam itu lagi indah-indahnya, tanpa peneranganpun, tenda saya terlihat menyala.

Sampai pada pagi hari, saya baru tersadar bahwa selain ada beberapa camping ground terdapat pula Bukit Sidengkeng, yang letaknya memang tak jauh dari camping ground itu sendiri. Jika di camping ground menawarkan sebuah rumah pohon, berbeda lagi dengan Bukit Sidengkeng. Bukit ini menawarkan sisi lain bagaimana saya menikmati telaga warna dari ketinggian, tentunya membutuhkan beberapa menit untuk sampai di puncak bukitnya.

Jalur menuju Bukit Sidengkeng

Untuk menuju puncak Bukit Sidengkeng ini sendiri, saya akan melalui beberapa gardu pandang dengan view Telaga Warna tentunya. Semakin tinggi, semakin leluasa pula saya memandangnya. Mengobati rasa penasaran saya dengan Batu Ratapan Angin, yang konon katanya merupakan spot terbaik untuk menikmati Telaga Warna dari ketinggian.

Saya merasa beruntung mendapati spot baru ini di saat destinasi lain sedang santer-santernya diperbincangkan. Di sini saya mendapatkan beberapa keuntungan, karena dari lokasi ini, saya bisa menikmati tiga keindahan sekaligus, yaitu golden sunrise & Sindoro, Telaga Warna serta camping ground yang bikin saya malas pulang. 😀

Artikel terkait

1 Komentar

Tinggalkan Balasan