Libur Sehari ke Bandung? Serius?

Travel partner dari Yogyakarta.

Mungkin akan terkesan lucu bagi orang yang mendengarnya. Singkat cerita, begini celaan beberapa kawan yang tak paham makna liburan yang sebenarnya.

“Sehari saja ke Bandung, lantas kamu dapat apa? Belum capeknya. Kasihan badannya tuh, maksa banget buat liburan, kayak nggak ada cuti saja!”

Itu hanya segelintir omongan orang, untung saja saya cueknya nggak ketulungan. Tugas saya hanya cukup meyakinkan teman-teman seperjalanan saya saja, bahwa sehari ke Bandung itu mungkin saja terjadi, asal kuncinya satu. Percayakan semua dengan saya!

Bermodalkan uang 500.000 per orang, kami berangkat ke Bandung dengan kereta Kahuripan dari Yogyakarta. Sekadar info saja, teman seperjalanan saya kali ini ada lima orang, yaitu suami saya, Shonef, Ade, Nurul, dan satu sahabat dekat saya, Rina. Kami adalah staff hotel yang mana harus pandai dalam merayu manager kami, apalagi soal permohonan cuti. Sampai pada akhirnya cuti kami disetujui oleh manager kami! Wohooooo, Welcome Bandung!

Travel partner dari Yogyakarta.

Pukul 19.00 kereta kami berangkat dari stasiun Yogyakarta. Dan akan tiba di Bandung pukul 04.30 kurang lebih.

Biasanya one day trip seperti ini saya tak perlu menginap di hotel. Saya biasanya langsung mandi di stasiun tersebut. Namun, waktu itu saya cukup beruntung, bertepatan dengan Rina yang sedang business trip di Bandung, akhirnya kami mendapat tumpangan mandi secara gratis, di hotel pula. Meskipun kami perlu random untuk masuk ke kamar sih, tapi tak apalah daripada disamperin petugas hotelnya. ?

Selesai mandi, pukul 07.00 kami sudah menanti jemputan mobil yang sudah saya booking beberapa hari sebelum tiba di Bandung. By the way, waktu itu saya mendapatkan informasi rental mobil di Bandung melalui perkenalan saya dengan salah satu teman baru yang berdomisili di Bandung, mas Rommy namanya. Orangnya baik banget.

Dan selama delapan jam ke depan, kami akan menjelajah kawasan Bandung Selatan. Tepatnya adalah kawasan Ciwidey. Yakni Kawah Putih, Ranca Cai Upas, Danau Situ Patenggang, Perkebunan Teh, dan juga Phinisi Resto.

Ini kali keduanya saya mengunjungi destinasi Kawah Putih, namun untuk destinasi lainnya adalah kunjungan pertama kalinya. Sengaja saya memilih destinasi tersebut, selain pemandangannya yang masih alami, destinasi ini masih terbilang murah dibandingkan kawasan wisata berbayar lainnya, yang sudah mulai dikelola baik oleh pemerintah daerah setempat. Meskipun letaknya lumayan jauh sih.

Bandung memang memesona, udara yang sejuk tak bisa kami pungkiri bahwa Bandung memang layak dijadikan salah satu destinasi wisata favorit. Menjelajah Bandung dalam waktu delapan jam memang dirasa sangat kurang bagi kami. Namun, apalah daya kami. Liburan dengan jumlah cuti yang banyak merupakan tantangan bagi kami. Jika tak pandai dalam mengatur waktu, yang ada gagal liburan mulu.

Sebelumnya saya sudah merasa khawatir dengan teman seperjalanan saya. Perjalanan ini merupakan perjalanan ternekat yang pernah saya lakukan dengan melibatkan teman lain. Saya memang sudah terbiasa melakukan perjalanan singkat seperti ini, tapi akan lain cerita jika saya membawa teman lainnya.

Namun, kekhawatiran itu hilang sudah ketika kami merasa baik-baik saja. Lelah iya, tapi kami juga bahagia. Selama perjalanan pulang, kami hanya bisa tertawa puas dengan perjalanan singkat ini. Mulai dari harus ijin dengan orangtua, berdoa agar cuti disetujui, kedinginan di kereta, sampai main ular tangga yang berisiknya nggak ketulungan.

Pelajaran dari perjalanan kami, bahwasanya untuk berlibur, kami tak perlu mengeluarkan banyak uang dan banyak cuti. Sehari saja akan lebih dari cukup jika dilalui dengan kebersamaan. Semoga akan ada kesempatan liburan lain lagi ya.

 
Catatan: Perjalanan tersebut diatas, hanya menghabiskan uang kurang lebih 500.000 loh ya. Sudah termasuk tiket kereta PP, rental mobil, dan sepertinya sudah termasuk jajan dan pangan. Selebihnya untuk oleh-oleh tergantung masing-masing ya! 😀

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan