Terkilir dan Staycation Manja di Pondok Patradisa, Bandung

 

“Karena setiap orang tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok.”

Seperti kemarin sore misalnya. Sore itu saya dan Yugo akan melakukan perjalanan ke Bandung. Tidak ada tujuan pasti mau ke mana, yang penting jalan-jalan. Karena kereta Kahuripan akan berangkat pukul 18.15 ke Bandung , kami memutuskan untuk buka puasa di Lempuyangan sekalian.

Siapa sangka, selesai sholat magrib, Yugo malah jatuh dan terkilir kakinya. Awalnya Yugo tidak merasa kesakitan yang berarti, tapi selama di kereta Yugo mulai mengeluh kesakitan. Sesampainya di Stasiun Kiaracondong, saya langsung mencoba menghubungi tim paramedis di stasiun itu, dan syukurlah segera ditangani. Meskipun tak ada perubahan yang berarti, setidaknya sedikit bisa mengurangi rasa nyerinya.

Sembari sahur di stasiun, saya mencoba mencari hotel terdekat yang murah dan bisa early check in. Tentunya saya nggak mungkin bepergian dalam kondisi Yugo seperti ini. Dia perlu istirahat. Sampai pada akhirnya saya memilih Pondok Patradisa.

Penginapan yang terletak di Jalan Gatot Subroto ini terlihat bukan seperti penginapan karena letaknya yang berada di atas Alfamart. Karena saya tidak ada pilihan lain, akhirnya saya pun memasukinya. Tampak di depan seorang pria menegur saya, ternyata recepsionis yang saya telepon sebelumnya.

Tampak depan terlihat biasa, namun karena ramahnya pelayanan yang ada saya tampak bahagia. Kurang lebih ada tiga lantai di sini. Dengan beberapa kamar bertype twin dan single bed, keduanya bisa dijadikan sebagai ruang transit sekadar untuk beristirahat.

Karena early check in, saya dikenakan charge tambahan sebesar 50.000 saja dengan mendapatkan harga 157.000 di online travel agent. Normalnya penginapan ini menawarkan harga mulai dari 170.000 – 190.000 saja.

Waktu itu saya mendapatkan kamar single bed untuk dua orang. Kamarnya paling pojok dan strategis untuk melihat pemandangan ke luar. Di dalam kamar sudah terdapat beberapa fasilitas yang memadai seperti, tv, air conditioner, dan juga hot water. Di luar juga terdapat ruang tamu untuk santai dan juga terdapat dispenser jika ingin membuat teh, kopi atau semacamnya.

Sejauh ini, penginapan ini cocoklah untuk backapacker seperti saya. Karena selain letaknya yang strategis, pelayanan yang ramah cukup membuat saya betah untuk berlama-lamaan di kamar. Meskipun sebenarnya itu hanya sebuah alasan karena Yugo sedang sakit sih. By the way, happy holiday! 😀

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan