Si Kaki Pincang dan Berwisata ke Lembang Bersama Neng Ojek Idaman Hati

Kali ini saya tidak akan melewatkan setengah hari terakhirku di Bandung begitu saja. Dengan kondisi Yugo yang sedikit mulai membaik, kami memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata yang mudah dijangkau dengan kondisi apapun, seperti kondisi Yugo saat ini misalnya. Tentunya Lembang bisa menjadi salah satu tujuan kami sebelum kami kembali ke Yogyakarta.

Sebenarnya saya nggak tega melihat kondisi Yugo yang masih kesakitan. Saya paham benar dia seperti apa, dia hanya merasa nggak enak saja dengan saya, apabila liburan ini akan berakhir sia-sia. Meskipun sebenarnya saya pun merasa tak masalah jika tidak kemana-mana. Asal kondisi dia segera membaik. Yugo kalau sakit, perlu 1000 rayuan untuk membujuknya agar dia mau diperiksa. Untunglah ada Bu Ijah, tukang pijit super sabar. Entah, saya saja juga heran,  darim mana datangnya Bu Ijah tentunya butuh extra rayuan untuk bisa mendatangkan beliau. 😀

***

Kali ini, saya yang mengambil kendali. Yugo cukup duduk di belakang driver ojek sebagai navigator, dan saya yang membawa motornya. Setidaknya, liburan kami kali ini tidak berakhir sia-sia kan, ada neng ojek idaman hati.
Pertama, kami akan mengunjungi Farm House Lembang, yang konon katanya di sana terdapat miniatur rumah hobbit dan wisata edukasi lainnya, cocok untuk wisata keluarga.


Tiba di depan gerbang Farm House,  Yugo saya turunkan tepat di depannya. Sedangkan saya memarkirkan motor di seberang Farm House tersebut. Untuk masuk di kawasan wisata ini,  kami cukup membayar 20.000 per orang, sudah dapat bonus segelas susu kambing. Sayangnya kami sedang puasa, jadi kami tidak mengambilnya.

Tiket Retribusi Farm House Lembang

Di Farm House itu sendiri kami menemukan banyak area yang bisa dikunjungi. Seperti Petting House, dimana area ini kami menemukan domba, kelinci, burung, ayam yang dirawat oleh petugas. Wisatawan bisa turut memberi makan hewan tersebut dengan membeli pakan di outlet yang menjualnya. Seperti wortel misalnya, harganya kisaran 10.000-15.000 sekiranya cukup membuat kami diserbu banyak domba yang kelaparan. 😀

Di area lainnya, terdapat pula area di mana pengunjung bisa menanggalkan gembok cinta di situ. Cukup dengan membayar 25.000 saja, wisatawan sudah bisa mendapatkan gembok dan menuliskan namanya di sana. Sayangnya, saya tak melakukan hal serupa.

Area lainnya, ada pula rumah hobbit, sumur harapan, toko suvenir, toko olahan pisang, restaurant dan juga penyewaan kostum ala Eropa. Sengaja saya tak mampir di tempat penyewaan kostum ala Eropa, selain harus merogoh kocek lebih dalam, untuk menjangkaunya saya perlu menaiki beberapa anak tangga. Melihat kondisi Yugo saat ini, saya urungkan niat saya untuk menelusuri seluruh area di sini. 😀

Ternyata, Farm House tak seluas yang saya kira sebelumnya. Ya setidaknya sudah lumayan melelahkan bagi kami dengan kondisi yang seperti ini. Terakhir, sebelum kami meninggalkan destinasi wisata ini,  saya penasaran sekali dengan susu kambing yang sudah termasuk di dalam tiket yang kami beli. Mana tahu kan bisa dibungkus untuk buka puasa. Sayangnya susu tersebut hanya bertahan maksimal 7 jam saja, dan kami memang belum berkesempatan untuk mencicipinya. 😀


By the way, buat kamu yang sedang liburan di Bandung,  Farm House Lembang bisa kamu jadikan alternatif wisata terdekat sekaligus wisata edukasi menarik buat kamu. Selain menarik, wisata ini merupakan destinasi wisata paling terjangkau loh daripada wisata lainnya. 😀

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan