Cerita Kamera Baru dan Liburan Ketika Puasa? Siapa Takut!

Saya memang selalu tergiur dengan hal-hal nekat yang memang belum pernah dijajal kebanyakan orang sebelumnya. Seperti merencanakan liburan di bulan puasa misalnya. Beberapa hari yang lalu, saya sengaja nekat bepergian dengan modal pas-pasan. Mengapa saya sebut pas-pasan? Karena modal sepenuhnya diambil alih oleh suami saya. “Loh, kamu kan baru saja dapat arisan!”. Begitulah ejekan rekan-rekan saya.

Sebenarnya ejekan itu memang benar, tapi diluar itu sebelumnya saya punya keinginan untuk membeli kamera baru. Jika saya tidak nekat, saya nggak bakalan dapat kamera baru. Setengah butuh dan setengah berharap sih. Tapi, Alhamdulillah saya bisa mewujudkan keinginan untuk membeli kamera baru! 😀

Kamera baru!

Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya, kan? Alhasil uang arisan terpakai semua untuk beli kamera. Bukan soal banyak sedikit uangnya ya, tapi lebih ke kalau nggak nekat dan ditunda, butuhnya juga semakin banyak. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan dengan budget pas-pasan ke Bandung.

Sebelumnya lagi, Bandung merupakan destinasi putus asa saya. Sebenarnya saya berharap akan menginjakkan kaki ke Lampung waktu itu. Namun, berbekal informasi dari beberapa rekan saya, konon, di Way Kambas di bulan puasa sangatlah sepi, dan guide lokal yang biasanya bekerja di hari biasa, akan lebih banyak libur di saat bulan puasa.

Bandung!

Kurang dari beberapa hari dari jatah libur, saya baru memutuskan untuk membeli tiket kereta waktu itu. Kereta ekonomi merupakan kereta favorit saya. Meskipun dibilang nyaman, tentunya kurang nyaman karena terlalu sempit menurut saya. Tapi tak apalah, yang penting bisa jalan-jalan.

Selama dua hari di Bandung, hanya ada satu hari yang saya gunakan untuk jalan. Tragedi kaki suami terkilir di Stasiun Lempuyangan membuat saya tak tega untuk memaksa jalan-jalan. Meskipun dengan jalan pincang, suami saya mencoba tak membuat saya kecewa. Dan akhirnya kami hanya menjelajah wisata Lembang, destinasi wisata yang tak begitu jauh dan mudah dijangkau oleh kami.

Farm House Lembang, destinasi pertama kami. Berharapnya meskipun puasa, kami akan berwisata bersama banyak orang yang juga puasa. Namun kenyataannya malah sebaliknya, kebanyakan dari mereka malah tidak berpuasa. Kami harus lebih menjaga iman selama di sana. Godaan susu gratispun tak ingin saya lewatkan sejujurnya. 😀

Tiket Retribusi Farm House Lembang

Setelah menahan godaan susu, saya menuju ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengunjunginya, tak ada perubahan yang berarti. Hanya saja tiket masuk dengan benefit yang saya dapatkan tak sebanding, mahalnya nggak ketulungan. Itu menurut saya. 😀

Retribusi Kawah Tangkuban Perahu.

Selepas dari Tangkuban Perahu, saya menuju The Lodge Maribaya, destinasi wisata yang satu ini saya memiliki penilaian tersendiri. Entah saya yang bermental pas-pasan atau memang benar apa yang saya pikirkan? Ah, sudahlah. Untuk berkunjung ke The Lodge Maribaya, siapkan dana ekstra ya!

The Lodge Maribaya

Perjalanan yang melelahkan dengan godaan beragam membuat saya berharap adzan segera berkumandang.

By the way, untuk kamu yang ingin traveling ketika bulan puasa, tidak ada salahnya mempersiapkan diri untuk berbagai macam alasan. Mulai dari gampang haus dan lelah misalnya. Jika memang tidak kuat, tunda saja rencana kamu. Masih ada hari lain kan. ~~~

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan