Top Selfie, Spot Foto Unik di Magelang

Karena letaknya yang berada di daratan tinggi, Hutan Pinus Kragilan atau sering dikenal dengan nama Top Selfie Pinusan Kragilan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Tak mau kalah dengan destinasi-destinasi hits lainnya, Top Selfie kini semakin berinovasi. Diselimuti rasa penasaran, akhirnya saya kembali mengunjunginya.

Selama perjalanan menuju ke sana, banyak pemandangan yang luar biasa terbentang indah di sepanjang jalan. Dari sini saya bisa melihat berbagai macam gunung yang menjulang tinggi dengan gagahnya, seperti Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Andong misalnya.

Gunung Merapi.

Terletak di Dusun Pogalan, Desa Kragilan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah, Top Selfie Kragilan sangatlah mudah untuk ditemukan. Destinasi wisata ini bisa dijangkau dari berbagai daerah. Seperti dari Kopeng, Candimulyo dan juga dari Blabak. Kebetulan waktu itu saya dari Jogja, jadi jika dari arah Jogja, dari perempatan Blabak, saya belok ke kanan searah jalan menuju ke wisata Ketep Pass. Namun, jika kamu masih saja bingung, berbaurlah dengan warga setempat untuk bertanya, tentunya kamu akan dibantu olehnya.

Gerbang Selamat Datang di Top Selfie.

Estimasi waktu tempuh dari pusat kota Yogyakarta sekitar dua jam. Bisa ditempuh dengan sepeda motor atau juga mobil pribadi. Udara sejuk dan dingin di pagi hari menemani perjalanan saya waktu itu. Pastikan kendaraan yang akan dibawa dalam keadaan fit ya, jalan yang menanjak dan berlubang masih saja sering ditemukan di sepanjang perjalanan.

Konon, Top Selfie ini merupakan hasil pengembangan warga setempat. Mulai dari penamaan, pengelolaan, sampai dari segi administrasi semuanya dikelola oleh warga setempat. Semuanya terbagi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Ada yang mengatur dalam penjagaan tiket masuk, penjagaan parkir sampai koordinator antar warga dikelola dengan baik di sana. Nama Top Selfie itu sendiri diambil karena menurut warga nama tersebut unik dan menarik, harapannya nanti nama tersebut akan dikenal dan layak jual di dunia pariwisata. Guyub dan membangun bersama, begitulah slogan mereka.

“Berapa biaya retribusinya?”

Untuk memasuki kawasan wisata ini hanya cukup membayar 3.000 saja, tepatnya biaya itu digunakan sebagai parkir motor saja. Dan untuk mobil dikenakan biaya 10.000 per mobil. Tidak ada biaya tambahan apapun di sana, kecuali jika kamu jajan ya! 😀

“Lantas apa saja yang menarik di sini?”

Sesuai dengan namanya, Top Selfie Pinusan Kragilan, wisata ini merupakan sebuah hutan pinus yang dikelola oleh warga setempat. Jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi membuat suasana hijau dan sejuk untuk dinikmati. Selain itu, terdapat pula beberapa spot foto kekinian yang baru-baru ini mulai dihadirkan untuk melengkapi kepuasan para pengunjung.

Selain hutan pinus itu sendiri dengan jalanan sepanjang mata memandang, terdapat pula replika gorilla, rumah pohon, gardu pandang, sampai ayunan hits ada di sana. Untuk setiap spotnya, akan dikenakan biaya variatif, mulai dari biaya seikhlasnya sampai 5.000 per spot foto. Tapi ada beberapa spot foto yang tidak dikenakan biaya kok. Biaya tersebut digunakan oleh warga pengelola untuk perbaikan dan pengembangan. Masih terbilang murahlah ya? 😀

Yang lebih menarik lagi terdapat 25 fotografer pribadi yang akan menemani para pengunjung untuk mengekplorasi setiap sudut area wisata ini, dan ini keren. Jadi jika kamu sedang berkunjung ke sana tapi tidak memiliki cukup kamera profesional, kamu bisa menggunakan jasa mereka. Tidak mahal, satu foto kamu hanya dikenakan biaya 2.500 saja, menurut saya sih murah, sebandinglah dengan foto yang didapatkan. Uniknya lagi, 25 fotografer tersebut merupakan warga setempat, dan dengan polosnya, mereka mengaku bahwa masih amateuran. 😀

Saya dan Mas Raffa (Fotografer di Top Selfie)

Rasanya sehari saja tak cukup untuk mengekplorasi seluruh tempat itu. Namun, jika ingin bermalam, kamu juga bisa camping di sana. Dengan fasilitas seadanya tapi. Karena menurut informasi yang saya dapatkan. Masih sangat jarang sekali beberapa orang datang untuk camping di sana, mungkin karena namanya belum begitu dikenal.

Harapannya, dengan kita datang ke Top Selfie ini minimal kita sudah memberikan sesuatu yang baik untuk warga setempat. Seiring berjalannya waktu, kelak tempat ini akan terdengar dan dikenal oleh dunia. Setidaknya sebelum datang masanya, warga akan mengelola dengan baik, memberikan fasilitas yang memadai, infrastruktur yang mendukung serta keramahan warga setempat yang sulit ditemukan. Sampai pada akhirnya wisata tersebut akan menjadi salah satu ikon pariwisata dunia sebagai wujud keberagaman Indonesia.

Artikel terkait

3 Komentar

    1. Untuk dikelola oleh pemerintah atau warganya saya kurang tau Mas. Hanya saja, pas saya ke sana, beberapa warga yang ngobrol dengan saya bilang kalo sejauh ini dikelola oleh warga setempat.

Tinggalkan Balasan