Cerita Ngeteng Asik dengan Modal Nekat ke Wonosobo

Ada yang pernah mendaki Gunung Prau? Ini merupakan pengalaman kali pertama saya mendaki. Tepatnya 2014 lalu, saya memiliki kesempatan untuk mendaki salah satu gunung yang terletak di Wonosobo. Ya, orang menyebutnya Gunung Prau. Gunung yang terletak di kawasan Dieng, Wonosobo, ini konon menawarkan sejuta keistimewaan yang tiada duanya. Dan tentunya masih bisa dikatakan cocok untuk pendaki pemula seperti saya.

Berawalkan dari modal nekat, saya beranikan diri untuk solo backpacking ke Gunung Prau dengan cara ngeteng. Saya memilih untuk ngeteng karena jujur saya belum begitu paham tentang jalur yang akan saya lalui waktu itu. Dengan modal browsing dan bertanya ke beberapa rekan saya, saya memutuskan untuk berangkat waktu itu juga. Selagi ada kesempatan juga kan?

Waktu itu saya masih berstatus anak kost. Dari gejayan saya menggunakan transjogja, transportasi umum kota untuk menuju ke Terminal Jombor. Pagi-pagi sekali saya sudah tiba di terminal tersebut dan siap untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Terminal Tidar, Magelang dengan menggunakan Bus Sumber Waras, bus jurusan Jogja ke Semarang yang bakalan transit di Magelang. Untuk tarifnya sendiri saya lupa, kurang dari 10.000 sih kalau nggak salah. Mungkin saat ini sudah ada kenaikan tarif.

Sumber: www.google.com

Tiba di Terminal Tidar, saya pun bertanya dengan kondektur bus yang saya tumpangi. Saya juga sempat menanyakannya dengan ibu-ibu yang jualan di terminal. Karena saya kepagian dan sedangkan bus-bus tersebut belum berprasional, saya harus menunggu kurang lebih 30 menit di sana. Saya pun menyempatkan untuk sarapan sejenak. Lontong dan tahu asin atau saya menyebutnya tahu sumedang, makanan favorit saya jika saya sedang berkeliaran di terminal. 😀

Pukul 09.00 kondektur yang sempat ngobrol dengan saya memberitahu bahwa bus jurusan Terminal Mendolo, Wonosobo sudah tiba. Saya pun bergegas untuk segera mencari tempat duduk yang nyaman di sana. Maklum, kali ini bus jurusan Magelang – Wonosobo merupakan bus mini dengan fasilitas udara alami, jadi mau nggak mau saya harus mendapatkan tempat duduk yang nyaman.

Sumber: www.google.com

Sepanjang perjalanan, saya disuguhi pemandangan yang luar biasa. Mulai dari aktivitas warga sekitar yang saya lalui sampai cerahnya daerah tersebut yang menyuguhi berbagai macam pemandangan yang luar biasa indahnya. Seperti pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing misalnya. Ah, alam ini begitu indah, sayang jika dilewatkan begitu saja, pikirku.

By the way, setibanya di Terminal Mendolo saya langsung menghubungi kakak sepupu saya, mas Dedi. Beberapa bulan yang lalu sebelum saya memutuskan untuk ke sini, Mas Dedi mengajak saya untuk mendaki Gunung Prau, tanpa berfikir panjang saya pun tak menolak ajakannya. Dia adalah alasan saya berani untuk ngeteng dari Jogja ke Wonosobo dan akan bertemu dengan dia di Terminal Mendolo siangnya. Dengan bepergian bersama saudara sendiri, saya akan merasa aman jika bersamanya. Ya, setidaknya ada orang yang akan melindungi saya jika terjadi sesuatu dengan diri saya.

Pintu Masuk Terminal Mendolo (Sumber: hipwee.com)

***  

Waktu itu Mas Dedi membawa lima temannya dari Jakarta, dan kami memilih untuk carter mobil untuk menuju basecamp Patak Banteng. Jarak tempuh Terminal Mendolo ke basecamp Patak Banteng membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan. Tentunya selama perjalanan kami disuguhi hamparan ladang yang luas di dataran tinggi. Dan itu keren.

Ini merupakan pengalaman pertama saya berani bepergian dengan ngeteng asik ke Wonosobo sendirian. Dan saya berharap ini bukan hanya menjadi yang pertama kali saya solo backpacking, saya berharap akan ada kesempatan untuk mendaki gunung-gunung lainnya yang akan saya datangi. Meskipun dengan mendaki Gunung Prau ini saja, sudah membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama akan keelokan pemandangannya.

 

 

Artikel terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan