Gunung Prau, Selalu Membuat Hati Rindu

Jika beberapa hari yang lalu saya menceritakan tentang pengalaman saya ngeteng asik ke Wonosobo dalam pendakian perdana. Kali ini saya akan berbagi sedikit tentang perjalanan saya mendaki ke Gunung Prau. Gunung yang terletak di kawasan Dieng, Wonosobo ini ibarat cinta, dialah cinta pada pandangan pertama saya. Kurang lebih lima kali sudah saya menjejakkan kaki di gunung ini, namun saya tidak pernah bosan mendakinya. Bagi saya, Gunung Prau memiliki keistimewaan tersendiri.

Rute untuk menuju Gunung Prau?

Gunung Prau bisa diakses darimanapun kamu berada, berbagai transportasi baik umum maupun pribadi bisa dengan mudah menjangkaunya. Jika kamu dari Yogyakarta, kamu bisa menjangkaunya seperti pengalaman yang saya tuliskan sebelumnya dengan cara ngeteng atau bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jika kamu masih bingung, cobalah menggunakan GPS yang kamu miliki. Dengan mudah kamu akan menemukannya.

Ada berapa jalurnya? Mana yang favorit buat kamu?

Menurut informaasi yang saya dapatkan, kini Gunung Prau memiliki lima jalur resmi, ialah basecamp Patak Banteng, basecamp Dieng, basecamp Kalilembu, basecamp Dwarawati, dan basecamp Campurejo. Namun dari sekian basecamp yang ada, baru dua basecamp yang pernah saya lalui, yaitu basecamp Patak Banteng dan basecamp Dieng. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Basecamp Patak Banteng memiliki waktu tempuh lebih cepat dibandingkan basecamp Dieng. Namun untuk landai atau tidaknya, jalur via Dieng lebih unggul dibandingkan jalur Patak Banteng. Melalui Dieng, kamu akan mendapatkan bonus pemandangan yang lebih banyak dibandingkan Patak Banteng. Namun jika kamu tidak begitu paham jalur atau merupakan pengalaman pertama, saya sarankan untuk memulai pendakian di pagi atau siang hari. Karena saya sendiri pernah terpisah dengan rombongan ketika mendaki di malam hari. 😀

Apa yang bisa dilihat di Gunung Prau?

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ibarat gunung Prau itu cinta, dialah cinta pada pandangan pertama saya. Beberapa kali mendaki, saya tak pernah luput dari pemandangan yang luar biasa. Meskipun beberapa rekan saya pernah mengeluhkan karena tidak mendapatkan pemandangan yang cerah selama mendaki. Gunung Prau ini sendiri memiliki beberapa area utama, yaitu camping ground, sabana luas, dan bukit teletubbies. Dari sana kmu bisa melihat beberapa gunung seperti, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan juga Gunung Slamet. Sunrise yang luar biasa dengan view lima gunung yang megah, yakin masih bisa melewatkannya? 😀

Alasan mengapa kamu harus mendaki ke Gunung Prau, setidaknya sekali dalam hidupmu!

Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 MDPL. Cocok untuk kamu yang belum pernah mendaki gunung, seperti saya. Pemandangan sepanjang jalur sangat memanjakan mata, sayang jika tak bisa kamu nikmati dengan cuma-cuma. Setibanya di puncak kamu akan mendapati pemandangan yang tak kalah indahnya. Hamparan sabana yang luas nan megah, membuat kamu betah berada di sana. Belum lagi dengan background lima gunung yang ada di Indonesia, jangan pernah nolak jika kamu punya kesempatan untuk ke sana!

Gunung Prau, Dieng.

By the way, saya belum bisa move on banget dari Gunung Prau. bahkan saya sudah kepikiran untuk mendaki ke sana lagi. Buat kamu yang ingin memulai pendakian ke Gunung Prau, meskipun gunung ini tergolong gunung yang tidak begitu sulit, keselamatan diri adalah yang utama. Pastikan bahwa perbekalan dan perlengkapan mendaki kamu sudah sesuai dengan standart yang ada ya! Dan terakhir, jangan lupa bawa sampahmu turun. Karena akan terasa lelah jika kita terus menyalahkan orang lain tentang sampah yang dibuang sembarangan, sedangkan hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dimulai dari diri sendiri. 🙂

Artikel terkait

5 Komentar

    1. Halo mas Agi. Kalo ke Prau via dieng, pas aku lewat jalur ini kurang lebih 4 jam an lah mas. Lupa sih, udah lama juga. Waktu itu aku jalan santai banget soalnya. Seringnya via Patak Banteng sih. Rugi loh kalo gag ke sana!

    1. Padahal jarang naik gunung. 🙁 ini gunung emang favorit banget, udah jalurnya gag terlalu berat ditambah pemandangannya bagus banget. Kalo skrg mah jarang olahraga, nanjak dikit udah ngos-ngosan! ??

Tinggalkan Balasan