Posong, Lembah Wisata Apik di Kota Temanggung

Beberapa waktu lalu, kebetulan saya bersama Yugo (bajalanan.com) berkesempatan mengunjungi kota Temanggung. Sebenarnya perjalanan ini merupakan kunjungan silaturahmi saya dengan keluarga Yugo yang tinggal di Kedu, Temanggung. Pun saya tak ingin melewatkan kesempatan kali ini untuk tidak menjelajah setidaknya satu destinasi yang ada di Kota Tembakau tersebut.

Rencana awal, saya ingin mengeksplor beberapa tempat wisata sebelum akhirnya berkunjung ke rumah saudara. Namun, karena kondisi badan kelelahan, macet di jalan utama temanggung, serta hujan yang mulai turun, akhirnya niat tersebut urung dilaksanakan. Maka, jadilah semalaman saya hanya menghabiskan waktu untuk bersilaturahmi ke beberapa rumah saudara.

Kalau dipikir-pikir, akhirnya tidak buruk juga. Toh, niat awalnya memang untuk silaturahmi, bukan? Lagian, tidk ada salah sesekali menghabiskan malam yang dingin dengan menikmati dengan secangkir teh. Ah, rasanya surga dunia.

Rencana berwisata sedikit diubah, yaitu jalan-jalan keesokan harinya menuju Wisata Alam Lembang Sindoro, Posong. Pada mulanya, kami (sesuai kesepakatan) berniat untuk mengejar sunrise di tempat wisata tersebut. Sayang, rencana kali ini (sedikit) gagal lagi. Bukan karena hal besar, hanya cuaca dingin yang membuat kami malas untuk berangkat di pagi buat. Ah, mengejar matahari terbit memang butuh perjuangan ya!

Sebelum memutuskan untuk mengunjungi Posong, sebenarnya saya memiliki beberapa destinasi pilihan yang direkomendasikan oleh aplikasi Google Maps. Tempat wisaya yang direkomendasikan cukup variatif, seperti air terjun, embung, pemandian bahkan wisata kota.

***

Keesokan harinya, setelah berkemas dan sarapan, kami segera berpamitan dengan tuan rumah di mana kami menginap, dan melaju menuju Posong menembus kabul tebal di sepanjang perjalanan.

Sepanjang perjalanan dari Jalan Raya Kedu ke Jalan Raya Parakan tertutup kabut tebal pagi itu. Saya sempat hopeless dengan keadaan cuaca. Dengan perasaan sedikit ragu, perjalanan tetap dilanjutkan dengan harapan cuaca akan semakin cerah. Dan, harapan terkabul, semakin dengan dengan Posong, kabut perlahan mulai menghilang. Sukur bahwa perjalanan kali ini rasanya tak sia-sia, pun diberi bonus berupa pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing yang berseberangan terlebah oleh jalan raya.

Lembah Wisata Alam Posong terletak di desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung. Jika sudah berada di Jalan Raya Parakan – Wonosobo itu berarti kamu sudah dekat dengan pintu gerbang destinasi wisata ini. Cukup mudah untuk menjangkaunya, selain dengan gerbang petunjuk arah ke sana yang mudah ditemukan karena letaknya di pinggir jalan, akan ada beberapa petugas yang berjaga di sana untuk mengarahkan kamu mampir di Posong.

Jalan Raya Parakan – Wonosobo

Pemandangan dengan latar indah tak habisnya disuguhkan selama perjalanan. Bahkan, sampai memasuki gerbang wisata alam Posong pun, Sindoro dan Sumbing malah semakin menampakkan kegagahannya. Mata semakin dimanjakan oleh pemandangan di jalur sempit menuju tempat wisata Posong dengan hamparan kebun kopi dan tembakau milik warga.

Ngomong-ngomong, jangan berekspektasi akan mendapati jalanan beraspal yang mulus ya ketika naik ke pusat wisata Posong. Untuk menuju lembah ini kamu perlu melewati kurang lebih 3,5 kilometer jalan bebatuan.

harus dipastikan lagi, jika kamu mengunjunginya tempat wisata Posong, gunakanlah kendaraan dalam kondisi yang prima. Atau jika kendaraanmu kurang memungkinkan untuk menanjak, kamu bisa menyewa ojek yang ditawarkan warga sekitar di gapura tiket masuk.

Jalan menuju pusat Posong

Percayalah, sepanjang perjalanan saya dibuat terkagum akan keelokan kota Temanggung. Ah, menyesal sekali saya tak datang lebih pagi ke sana, tentunya saya akan mendapati sunrise yang lebih indah dari hari biasanya.

Untuk tiket masuk, dikenakan Rp.7.000 per orang ditambah biaya parkir sebesar Rp.3.000 untuk kendaraan roda dua. Waktu itu saya dikenakan biaya Rp.17.000 per dua orang. Lebih mahal dari harga yang tertera di tiket jika diakumulasikan.

Lahan parkir Posong sudah mulai dipadati

Tiba di pusat wisata Posong, parkiran sudah cukup ramai oleh pengunjung. Wajar saja, waktu itu masih suasana libur lebaran serta arus mudik yang mana sebagian besar pemudiknya melewati Kota Temanggung dan menjadikan Posong sebagai wahana rekreasi keluarga sebelum akhirnya kembali bekerja di Ibukota dan sekitarnya.

Di tempat wisata Posong, terdapat beberapa kedai kopi yang dikelola oleh warga sekitar. Beberapa di antara berperan sebagai petani kopi atau tembakau sebagai profesi utama, dan membuka warung serta mengelola sembari mengisi waktu luang.

Selain kedai kopi, ada pula spot foto yang bisa digunakan untuk mengabadikan cerahnya Gunung Sumbing atau Sindoro.

Berjalan kaki ke lebih jauh ke atas, akan ada Taman Bunga yang sengaja dikelola untuk menambah apiknya area wisata Posong. Dengan biaya retribusi tambahan sebesar Rp.10.000 per orang, kamu bisa menggunakan spot foto tambahan yang lebih bagus daripada di luar area Taman Bunga, seperti latar kupu-kupu, tenda,  ayunan, becak mini, dan gardu pandang yang lebih menarik. Selain itu, di dalam Taman Bunga kamu juga bisa berseluncur menggunakan flying fox dengan merogoh kantong dan mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 (per orang).

Jika kamu lelah berkeliling, mampirlah sejenak ke salah satu kedai kopinya. Menikmati secangkir kopi dengan view Gunung Sindoro dan Sumbing sayang banget jika dilewatkan begitu saja. Lihat dan beli juga beberapa suvenir menarik di sana, seperti yang ada pada foto di bawah. 😀

Suvenir ukik Posong
Suvenir ukik Posong

Artikel terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan