Menjadi Jogja, Menjadi Indonesia: Jogja Itu Istimewa

Mendengar kata Jogja, terlintas betul akan keistimewaannya. Kota yang konon mendapati berbagai macam julukan, seperti kota pelajar, kota perjuangan, kota budaya bahkan kota wisata ini sudah mewakili nama kota Jogja itu sendiri. Konon, peran Jogja untuk Indonesia sangatlah besar, dan wajar saja jika kota ini dinamai Daerah Istimewa.

Sejak tahun 2009 lalu, saya mulai tinggal di kota yang mendapati julukan sebagai kota pelajar ini. Bagaimana tidak, keinginan untuk tetap terus menimba ilmu sesuai dengan passion diri sendiri memberikan semangat baru untuk mulai menjalani hidup di kota Yogyakarta. “Ah, kota ini begitu nyaman”, pikirku. Kota yang selalu memberikan atmosfer positif untuk tetap berkarya.

Yogyakarta kini juga dijuluki sebagai kota pariwisata, kota yang konon sering dijadikan sebagai tujuan wisata nomor dua setelah Bali. Berbagai inovasi dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, semata-mata hanya demi menarik perhatian para wisatawan agar berkunjung ke sana. Tak sekadar berinovasi, tentu masyarat setempat juga dibekali pengetahuan yang cukup dan matang. Yang kelak siap bersaing di pasar dunia.

Mulai dari pantai, gunung, candi, wisata sejarah, sampai pusat perbelanjaan, Jogja memiliki semuanya. Seperti Malioboro misalnya, siapa yang tak mengenalnya? Konon, ke Jogja tanpa berkunjung ke Malioboro, belum disebut ke Jogja namanya. Salah satu ikon Jogja ini tentunya menjadi salah satu terfavorit dari beberapa destinasi lainnya. Melalui program dan perencanaan yang matang dari pemerintah setempat membuat Jogja kini semakin lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tatanan kota yang rapi dan bersih memberikan kenyamanan tersendiri bagi orang yang mengunjunginya.

Pantai di Jogja saat ini sudah terhitung sebanyak kurang lebih 70 pantai. Dari sekian pantai yang ada, setiap pantainya memiliki keistimewaan tersendiri. Mulai dari pasir hitam, pasir putih, tebing yang menjulang tinggi, sampai gondola istimewa yang siap menguji adrenalin. Tentunya untuk mengeksplorasi pantai-pantai ini tak akan cukup dinikmati jika hanya dua atau tiga hari. Jika ingin maksimal, cobalah untuk bermalam sembari mendirikan tenda di pantainya. Deburan ombak ditemani bintang-bintang membuat liburanmu pasti semakin seru.

Selain pantai, ada pula berbagai candi-candi yang berdiri di kota budaya ini. Semua beragam, mulai dari Candi Hindu maupun Candi Budha, semua bisa kamu temukan di sini. Seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Sebenarnya Candi Borobudur merupakan candi yang terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah. Karena letaknya yang dekat dengan Jogja, seringkali wisatawan menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata favorit bagi mereka. Selain Candi Borobudur dan Prambanan, Jogja juga memiliki candi-candi yang tak kalah menarik loh, seperti Candi Sojiwan, Candi Ijo, Candi Ratu Boko, Candi Kalasan, Candi Sambisari, dan masih banyak lagi. Setiap candi memiliki keistimewaan tersendiri. Seperti candi Ratu Boko atau Candi Ijo misalnya. Karena letaknya yang berada di dataran tinggi, kamu bisa menikmati pemandangan yang epic sekaligus bisa menikmati sunset dari ketinggian. Ah senja, syahdu sekali bukan?

Ada lagi, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kedua gunung ini selalu menciptakan atmosfer tenang ketika berada di kota yang sering disebut kota gudeg ini. Gunung yang gagah dan menawan selalu bisa mengubah pemikiran setiap orang, bahwa kita ini kecil, tidak ada apa-apanya dibandingkan Sang Pencipta.

“Ke Jogja tanpa mencicipi kuliner khasnya, mending kamu pulang saja!” 

Jogja juga dijuluki sebagai Kota Gudeg. Kota yang berhasil membuat pengunjungnya memiliki alasan untuk kembali. Makanan yang memiliki rasa unik ini telah berhasil menciptakan kesan “manis” bagi yang menikmatinya. Namun, jika kamu tidak begitu menyukai rasa manis, olahan gudeg khas Jogja ini sudah memiliki variasi rasa yang tak terkalahkan. Yakin, kamu tak merindukannya?

 

“Sudah semestinya keistimewaan Jogja adalah untuk Indonesia. Bahwa menjadi Jogja, menjadi Indonesia” —Sri Sultan HB X

Ramahnya warga lokal selalu mewakili betapa “menjadi Jogja, menjadi Indonesia”. Senyum dan tawa mereka selalu membuat pengunjung merasa memiliki rumah di sana. Selalu memberikan kenyamanan serta menunjukkan bahwa kebaikan dan ramah-tamahnya tidak bisa terbeli cuma-cuma. Karena Jogja selalu menjadi istimewa.

Tentu Jogja tak mampu menjadi seperti ini tanpa campur tangan semua orang, baik yang tinggal atau hanya sekadar datang berkunjung. Berawal dari hal sederhana, kelak akan memberikan dampak besar bagi Jogja, kota yang sering dijuluki kota budaya.

Ya meskipun di dunia ini tidak ada yang sempurna, dengan berbagai macam kekurangan dan kelebihan, paling tidak Jogja telah menunjukkan bahwa kota ini memang layak dikunjungi.

Kelebihan dan kekurangan itu biasa. Suatu kota jika tampak biasa-biasa saja tentu tidak akan terlihat istimewa, bukan? Karena menjadi Jogja, menjadi Indonesia.

 

Artikel terkait

3 Komentar

Tinggalkan Balasan