Taman Sungai Mudal: Ciblon Manja di Lereng Perbukitan Menoreh

Beberapa waktu lalu, saya sudah berencana jauh-jauh hari untuk mengajak mas suami explore wisata Kulonprogo, mengingat bahwa saat ini dia sedang kegirangan apabila melihat air dalam kenangan genangan. Maklum, berenang saat ini sudah menjadi kegiatan sehari-harinya, selain membahagiakan istri pertama. Persiapan dari rumah cukup singkat, membawa beberapa baju, handuk, peralatan mandi dan juga hati pun tak lupa kami bawa. Ini akan menjadi perjalanan panjang dan butuh extra tenaga. Karena, kami belum tahu betul di mana letak Ekowisata Taman Sungai Mudal.

Ekowisata Taman Sungai Mudal terletak di daerah Kulonprogo, tepatnya di dusun Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta. Jika ingin lebih detail mengenai lokasi, kamu bisa menggunakan mesin pencarian pada ponsel pintarmu seperti apa yang saya lakukan. Zaman kids now, taulah apa yang bisa dilakukan saat ini. πŸ˜€

Destinasi wisata yang satu ini sangat mudah untuk ditemukan. Jika kamu sudah tahu dimana Kedung Pedut berada, Ekowisata Taman Sungai Mudal pun tak jauh darinya. Malam sebelum saya tiba, Kulonprogo sudah lebih dulu turun hujan, awalnya saya sempat tak yakin akan menemui birunya kolam alami sungai Mudal. Namun, tak apalah, menjadi berbeda itu memang perlu. πŸ˜€

Ada dua jalur untuk menuju destinasi ini, pertama melewati jalan utama (jalan yang sebenarnya) dan kedua jalan alternatif yang dibangun oleh warga setempat. Waktu itu saya melewati jalur ke dua, mengingat bahwa saya tergoda dengan hutan pinus yang tak jauh pula dari sana.

Jalur alternatif ke Taman Sungai Mudal
Jalur alternatif ke Taman Sungai Mudal

Tiba di sana, seperti biasanya, saya sempat mampir sejenak di warung sebelah pintu utama menuju Ekowisata Taman Sungai Mudal. Karena perut keroncongan dan mendoannya begitu menggoda, saya pun memesan dua porsi mie rebus dan mendoan. Udara sejuk khas Kulonprogo memang begitu mudah menggoda saya untuk makan mie rebus, meskipun sebelumnya sang suami anti banget sama mie rebus kecuali kepepet, anggap saja ini kepepet. πŸ˜›

Untuk biaya masuk obyek wisatanya terhitung masih murah. Rp6.000 saya sudah bisa memasuki kawasan ini berikut biaya parkir, bonus sama senyuman manis warga lokal lah ya.

Sungai Mudal sendiri merupakan mata air alami yang berasal dari kedalaman gua di daerah Girimulyo, Kulonprogo. Penamaannya sendiri pun tak terlepas dari sebuah harapan warga sekitar, ialah, dengan adanya mata air tersebut, aliran air ini akan selalu mencukupi kebutuhan warga di sekitarnya. Tentunya keindahan Ekowisata pun tak terlepas dari campur tangan warga. Dengan berbagai bantuan dan gotong royong warganya, Ekowisata Taman Mudal ini disulapnya menjadi indah.

Sebelum saya berendam, saya menyempatkan sejenak untuk eksplor ke beberapa area. Ada beberapa jembatan bambu, gazebo, warung, camping ground, dan taman bunga yang ditata apik agar semakin cantik tempat. Ada wifi juga loh, berguna banget ketika saya mau sombong lantaran signal sulit ditemukan. πŸ˜€

Di Ekowisata Taman Sungai Mudal sendiri terdapat dua kolam yang bisa digunakan untuk ciblon manja. Ciblon dalam bahasa jawa berarti berenang atau berendam, jadi ciblon manja ialah basah-basahan. πŸ˜€

Kedua kolam tersebut memiliki kedalaman yang berbeda. Kolam atas memiliki kedalaman satu meter, dan kolam lainnya, yang berada di bagian bawah, memiliki kedalaman dua meter. Keduanya pun memiliki jarak yang aduhai lumayan jauh, untuk mencapainya kamu perlu naik turun tangga. Tak apalah ya, sekalian olahraga. πŸ˜›

Jika kamu tidak begitu mahir berenang atau takut kedalaman seperti saya, tak perlu khawatir karena banyak ban-ban yang bisa disewakan, untuk tarifnya alhamdulillah masih seikhlasnya. πŸ˜€

Selain kolam, ada beberapa air terjun mini yang menyambungkan antara kolam satu dengan kolam lainnya yang merupakan terusan mata air sungai Mudal ini sendiri. Beruntungnya untuk menuju area satu dengan area lainnya sudah dilengkapi fasilitas yang memadai.

By the way, tempat ini juga memiliki program β€œTree of Hopes”, ialah sebuah program yang ditujukan bagi para pengunjung yang bersedia menanamkan pohon di kawasan wisata ini demi kelestarian alam (Sumber informasi: www.yogyes.com). Dan sebenarnya saya juga baru tahu soal program ini, setelah membaca blog teman. Jangan ditiru ya! πŸ˜› Tahu gitu saya bawa pohon harapan ke sana. Eh. πŸ˜›

Dan terlepas dari fasilitas yang saya sebutkan di atas, sudah terdapat toilet bersih dan mushola yang bisa digunakan untuk pengunjung, jadi nggak perlu khawatir jika mendadak kebelet dan jangan pipis sembarangan ya. πŸ˜›

Karena memang belum begitu ramai, pengelola pun jarang terlihat di area ini, belum lagi jika berkunjung ke sana pas hari biasa, sepi-sepi mah enaknya mojok berdua. Eh gimana? πŸ˜€

Ada baiknya jika kita lebih berhati-hati ketika mengekplorasi tempat ini. Bukan kenapa-napa, keselamatan itu nomor satu! Dan terakhir, hampir setiap spot di kawasan wisata ini sudah dilengkapi tempat sampah. So, jangan buang sampah sembarangan ya! πŸ™‚

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan