Air Terjun Jumog, Pesona Alam yang Sempat Menghilang

Air Terjun Jumog

“Jika kamu sedang berada di lereng Gunung Lawu, destinasi mana saja yang ingin kamu kunjungi?”

“Pernah mendengar Air Terjun Jumog?”

Ya, Air Terjun Jumog merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di kawasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tepatnya yang berada di kaki Gunung Lawu ini, hampir semua obyek wisatanya memancarkan sejuta pesona alam yang begitu indahnya. Salah satunya ialah Air Terjun Jumog ini. Berada di Desa Bejiharjo, Ngargoyoso, Karanganyar, wisata alam ini bisa ditempuh kurang lebih 41km dari pusat kota Solo.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi air terjun Jumog ialah ketika musim penghujan. Karena pada masa-masa hujan, debit air yang dihasilkan akan lebih banyak dibandingkan musim kemarau, bukan berarti tidak ada airnya sama sekali loh ya.

Untuk bisa masuk ke kawasan obyek wisata ini, setiap pengunjungnya akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000 saja untuk per orangnya. Untuk aksesnya menuju air terjunnya pun cukup mudah dan akan sedikit sulit bagi pengunjung yang kurang piknik olahraga seperti saya. Bagaimana tidak, untuk menuju air terjun Jumog, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga. Turunnya sih enak, coba nanti pas baliknya. 😂 Tapi, nggak usah khawatir, meskipun perlu ekstra tenaga untuk menuju air terjun ini, pemandangan yang disuguhkan nggak kalah menarik kok. Hamparan pegunungan dan dedaunan yang hijau nan subur, membuat suasana hati pun ikut sejuk dan adem.

Air Terjun Jumog
Air Terjun Jumog

Jadi konon, air terjun Jumog ini sempat dulunya mendapati julukan sebagai surga yang menghilang. Pasalnya sebelum resmi dibuka untuk umum, tepatnya 2004 lalu, air terjun ini tertutup semak belukar yang hampir tak terlihat warga. Akhirnya pemerintah daerah setempat bersama warga sekitar bergotong royong membabat semak belukar tersebut dan membuat jalan sehingga air terjun ini kedepannya bisa diakses untuk umum.

Meskipun tak terlalu tinggi, namun pesona air terjun ini sungguh menghipnotis para pengunjung akan keindahannya. Jernihnya air dan sejuknya udara sekitar membuat saya begitu nyaman dan aman ketika berada di sana, apalagi ditemani oleh keluarga tercinta. By the way, saya sudah dua kali ke sini, pertama dengan calon suami (sekarang sudah sah), ke dua bersama keluarga saya waktu itu.

Air Terjun Jumog
Air Terjun Jumog

Banyaknya jembatan yang dibangun oleh warga setempat bersama dengan pengelola obyek wisata ini, membuat air terjun ini semakin mudah untuk diakses oleh pengunjung. Tentu membuat apik dan instagramable untuk diabadikan dalam sebuah lensa kamera. Di sana juga sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang memadai, seperti toilet bersih, mushola, warung-warung, dan juga ada kolam renangnya.Sayangnya udara dingin yang merasuk hingga ke tulang-tulang membuat saya malas untuk berenang. Lebih baik main air di sungai saja kalau saya.

Bagusnya pengelolaan air terjun Jumog ini pantas untuk diacungi jempol. Tidak ada sampah yang berserakan meskipun sudah banyak warung-warung yang berdiri. Harapannya semoga obyek wisata ini akan selalu asri dan abadi.

Menikmati air terjun ini dengan ditemani secangkir kopi dan seporsi sate kelinci, ah nikmatnya tiada duanya. Jadi, kamu sudah pernah ke sini belum? Ini cerita saya, kalau kamu?

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan