Bale Branti, Tempat Ngeteh Syahdu di Lereng Gunung Lawu

Dikarenakan musim hujan telah tiba, awalnya saya ragu untuk bepergian dengan cuaca beberapa hari terakhir ini. Hujan berlarut-larut tanpa henti, membuat saya malas untuk melakukan aktivitas, baik ketika libur kerja maupun tidak. Pagi itu, matahari nampak bersemangat menyinari bumi. Hawa panas menyengat membuat saya kurang percaya bahwa hari itu akan cerah sampai malam tiba. Karena saya sudah tiba di Solo malam sebelumnya, saya memutuskan untuk menikmati sejuknya udara siang itu di sekitaran lereng Gunung Lawu.

Banyaknya obyek wisata baru yang ada di sana, membuat saya ingin mengekplorasi semuanya. Namun keterbatasan waktu membuat saya harus mengurungkan niat saya dulu. Siang itu, perut sudah mulai keroncongan. Berawal dari dilema antara ingin mampir di Jawa Dwipa Hotel atau ke kawasan Ngargoyoso, akhirnya saya memilih untuk kali pertama mencicipi kudapan makan siang di Bale Branti.

Beralamatkan di JalanKaliondo No. 1 , Kemuning, Ngargoyoso, Girimulyo, Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar ini, Bale Branti memang tak jauh dari Ndoro Dongker. Biasanya saya lebih sering menikmati teh di Ndoro Dongker, white teanya sangat menggoda. Namun, kali ini, saya penasaran ingin mencicipi istimewanya teh di Bale Branti.

Pemandangan Sawah Hijau di Bale Branti
Pemandangan Sawah Hijau di Bale Branti

Tiba di depan, saya disambut ramah oleh waiter dan waitress dengan baju jawa lengkap dengan blangkonnya. Bangunan khas jawa dengan pendoponya yang berdiri mewah, memberikan kekhasan tersendiri untuk tempat ini.

Beruntung sekali saya mendapati meja yang berada di area luar, ditambah pula cuaca yang cerah dengan angin pegunungan yang khas membuat saya semakin penasaran ingin mencicipi kudapan tempat ini.

Layaknya tea house pada umumnya, Bale Branti menyediakan aneka teh dari kelas premium sampai kelas menengah. Belum lagi, di sana juga menyediakan aneka kudapan unik nan tradisional yang rasanya ajib!

Saya memesan dua jenis teh kala itu, ialah green tea dan berries tea (kalo nggak salah) yang disajikan dalam teko besar. Kemudian untuk makanannya, saya memesan Ayam Goreng Tim dan Sego Kumbokarnan. Nama-nama unik ini membuat saya penasaran. Untuk di era modern seperti ini, makanan-makanan seperti ini memang sudah termakan oleh waktu, namun tidak untuk di Bale Branti. Ah, seperti sedang di rumah pikir saya.

Sego Kumbokarnan
Sego Kumbokarnan

Untuk harganya sendiri tidak terlalu mahal menurut saya. Untuk satu teko teh premium dibanderol harga mulai dari Rp70.000 – Rp85.000 , untuk teh aromatic mulai dari Rp30.000 saja. Kemudian untuk makanannya murah banget, mulai dari Rp15.000 saja sudah bikin perut kenyang!

By the way, selain yang tertera pada menu, Bale Branti juga menyediakan semacam stall yang menjajakan aneka jajajan sampai makanan tradisionalnya. Kudapan yang disajikan dalam bungkusan daun pisang, tentu akan memberikan aroma khas tersendiri bukan?

Jadi, kapan mampir ke Bale Branti? Tempatnya asik dan dingin membuat suasana liburan kali ini semakin syahdu maksimal! ?

Artikel terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan