Drama Perjalanan Menuju Dieng

Seharusnya pagi ini saya sudah disambut semilir angin pantai, atau paling tidak sorenya saya bisa menikmati sunset indah di pantai Gili Trawangan. Namun sayang sekali, rencana hanya tinggal wacana. Jadi, selama tiga hari ini, saya seharusnya sudah di Lombok, hanya saja karena budget dan waktunya tidak memungkinkan saya harus menundanya sementara.

Jadi ceritanya, satu bulan yang lalu saya sudah mengajukan cuti, dan akhirnya mendapat approval satu hari sebelum masuk bulan Desember. Namun, saya sempat was-was jika barangkali cuti saya nanti akan dibatalkan sepihak, jadi saya memutuskan untuk membeli tiket last minute.

Setelah membuat rincian biaya dan membuat itinerary, saya sudah yakin sekali bahwa saya akan menginjakkan kaki di tanah Lombok, tapi mendadak saja Bapak mertua saya mengabarkan bahwa adik ipar saya akan melangsungkan pernikahan bulan Januri depan. Tak lama kemudian saya terdiam sejenak, dan sepertinya saya harus merelakan (lagi) untuk tak pergi ke Lombok, batin saya.

Kemudian tak lama kemudian saya mengirimkan pesan pada suami saya untuk menunda perjalanan ke Lombok. Saya membatalkan perjalanan ke Lombok ini selain saya membutuhkan banyak biaya karena saya akan memboyong kedua orang tua saya untuk pertama kalinya ke Banjarmasin, saya juga memikirkan cuti yang tersisa untuk saya. Saya juga tidak mungkin lebih memilih pergi ke Lombok, sedangkan untuk ke Banjarmasin saya tidak memiliki cuti sama sekali. Sampai pada akhirnya saya mengajukan cuti untuk bulan Januari dan membatalkan cuti Desember ini. Meskipun sebenarnya saya bisa-bisa saja cuti di dua bulan tersebut (jika ada jatah cuti), namun bagi beberapa orang yang bekerja khususnya di dunia perhotelan pasti akan kesulitan untuk mengambil cuti karena occupancy hotel yang belum bisa diprediksi.

***

“Mas, kita ke Dieng saja ya besok itu”

Sudah lama tidak menginjakkan kaki ke Dieng, akhirnya saya memilih pergi ke Dieng untuk sekadar menghilangkan rasa kecewa karena batal pantang pulang sebelum hitam di Lombok. Pagi itu saya sudah berkemas dan siap untuk berangkat. Pukul 13.00 saya dan suami baru bisa berangkat dari rumah karena ada beberapa hal yang perlu diselelsaikan terlebih dahulu. Cuaca hujan sepanjang perjalanan mengingatkan saya akan rindu tak mencumbu hijaunya dedaunan, ah rasanya sudah lama sekali tak melakukan perjalanan seselo ini 😀 Meskipun hujan deras waktu itu membuat kami begitu kewalahan, tapi kami menikmatinya. Lima jam perjalanan yang ditempuh dengan perasaan was-was, dengan cuaca ekstrim seperti ini menciptakan rasa takut tersendiri bagi saya. Tapi akhirnya saya tiba dengan selamat.

Sebelumnya saya memang tak berencana untuk mencari penginapan jauh-jauh hari. Karena penginapan di sana sudah cukup banyak, saya memilih mencarinya secara on the spot. Tingak-tinguk ke kanan dan ke kiri, akhirnya saya memilih Homestay Asri sebagai tempat bermalam.

Ada kejadian lucu sebelum saya tiba di Dieng. Berawal dari saya yang kurang persiapan, seperti, saya dan suami menggunakan sepatu sport biasa bukan sepatu gunung waterproof, sehingga ketika hujan menerpa, saya memilih menggunakan sandal jepit daripada masuk angin nantinya. Lagi, biasanya saya selalu membawa perlengkapan apapun dalam jumlah lebih dari satu, namun kali ini saya tak membawanya, seperti kaos kaki dan sarung tangan yang akhirnya basah kehujanan tanpa ada gantinya. Tak lupa pula, saya hanya menyiapkan satu jaket tebal untuk saya dan jaket biasa untuk suami saya, kami baru sadar bahwa cuaca di sana begitu dingin sampai ke tulang-tulang. 🙁 Kaki saya sampai mati rasa saking dinginnya, sialnya pula, sandal jepit yang saya pakai sebelumnya, tak sadar telah jatuh hingga akhirnya saya baru ngeh tiba di homestay dalam keadaan nyeker.

Homestay Asri memiliki beberapa pilihan jenis type kamar dan harga. Harganya mulai dari Rp80.000 sampai Rp200.000 dengan jenis type kamar yang berbeda. Saya mengambil harga Rp150.000 yang memiliki fasilitas air panasnya namun TV tidak tersedia di sana. Terdapat ruang tamu yang luas dan TV yang terpasang tepat di depan kamar saya, ditambah lagi ada fasilitas dispenser lengkap dengan teh, kopi dan gula yang disediakan dari pihak homestay yang bisa digunakan secara gratis tentunya.

Mandi air panas, kemudian tidur pakai selimut tebal bonus pelukan, besok paginya hunting sunrise, rencana saya waktu itu. Namun, sialnya saja, di depan homestay tempat kami menginap ada acara hiburan rakyat yang sedang berlangsung untuk merayakan kithanan seorang anak salah satu warga lokal yang digelar sepanjang malam. Berisik dan gaduh itu tentu, belum lagi dinginnya nggak ketulungan. Ya Allah 🙁

Sampai pada akhirnya saya pun tertidur saking lelahnya. Beruntungnya saja pagi itu cerah, meskipun saya terbilang kesiangan untuk bangun dan batal hunting sunrise karena kelelahan sih, tapi saya yakin hari itu akan cerah kok! 😀

Ini drama perjalanan saya ke Dieng beberapa waktu lalu. Ada yang pernah sesial ini seperti saya? Ya untung saja waktu itu nggak jomblo kan, jadi nggak ngenes-ngenes banget. :(((

 

Tips Perjalanan ke Dieng selama musim hujan:

  1. Buatlah packing list dengan baik, pastikan membawa perlengkapan lebih dari satu agar tidak kejadian seperti saya.
  2. Gunakan sepatu yang waterproof ya, ini akan sangat membantumu kala hujan, belum lagi cuaca hujan seperti ini biasanya banyak jalan yang becek. Ini akan membuatmu aman selama jomblo.
  3. Pilihlah homestay dengan bijak. Pertimbangkan harga, kebersihan, fasilitas dan pastikan tidak ada bonus hiburan rakyat agar kamu bisa beristirahat. Eh tapi, ada harga ada rupa sih, kalau budget mepet tapi minta mewah ya nyemplung ke kawah Sikidang aja!
  4. Perlengkapan diri itu WAJIB. Jangan meniru pengalaman saya ini ya, jangan nekat apalagi jika tidak tahu medan. Meding di rumah aja sambil stalking mantan. Yekaannnnnnn!!

 

Btw, Happy Traveling!

Artikel terkait

10 Komentar

  1. Senangnyaaaaaa.. akhirnya tetep traveling yaaa… Aku ke Dieng selalu saja ada drama “kedinginan” dan rute yang ada-ada saja mesti dilewatkan ke Banjarnegara, padahal senengnya lewat Wonosobo, hiks.. tapi Dieng berkali2 ke sana selalu aja ngangenin ya Ka..

Tinggalkan Balasan