Nginep Seru Rp70.000 doang di Nine Dollar Hostel, Bali

Nine Dollar Hostel

Menjadi seorang backpacker ala-ala memang sudah menjadi kebiasaan saya. Terlebih jika hanya seorang diri alias solo traveler. Beberapa hari ke depan, saya akan menjelajah pulau Bali sendirian. Agak aneh sih, dengan status saya sebagai istri dan meninggalkan suami di rumah rasanya ada uang saku rasa yang tertinggal.

Meskipun sebelum menikah saya sudah sering solo traveling, tapi kali ini merupakan perjalanan pertama saya dengan status istri orang. Untuk izinnya saja perlu ngerayu setengah mati, dan akhirnya diizinkan juga, yah meskipun harus laporan setiap saat sih, tapi nggak masalah bagi saya.

Rencana awal sebenarnya malam ini saya akan mendaki Gunung Batur, tapi entah, teman saya tidak ada kabar. Jadilah saya terdampar di sini.

Dengan budget pas-pasan dan bermodalkan penasaran. Saya memilih mencoba menginap di salah satu hotel kapsul yang berada di kawasan Legian. Adalah Nine Dollar Hostel.

Nine Dollar Hostel
Nine Dollar Hostel

Terletak di Jl. Patimura No.9, Legian, dengan memiliki tagline a journey is best measured in friends rather than miles, Nine Dollar Hostel ini menjadi salah satu dari sekian hotel kapsul yang saya pilih. Lebih tepatnya yang masih available sih! ๐Ÿ˜€

Berada di kawasan ramai dan padat akan wisatawan membuat saya semakin yakin bahwa hostel ini aman untuk saya. Selain itu, dari hostel ini saya bisa menjangkau banyak tempat dengan mudah. Makanan, warung, swalayan dan juga pusat perbelanjaan mudah saya temukan di sini.

Ketika saya tiba di hostel, saya disambut oleh salah satu resepsionis pria yang ramahnya nggak ketulungan. Selain humble dia juga tidak nampak canggung dengan saya, mas Luhur namanya.

Proses check-in pun tidak membutuhkan waktu lama. Saya hanya dimintai identitas diri untuk di-copy, kemudian mengisi form yang sudah disediakan di sana. Karena saya booking via online travel agent, saya memilih โ€œbayar di hotelโ€ sebagai metode pembayaran saya, yang sebelum-sebelumnya saya lakukan dengan cara transfer.

Di hostel ini ada empat rooms. Untuk kamarnya sendiri terdiri dari dua pilihan bed, ialah mix dormitory dan juga female dormitory. Setiap bed terdiri dari dua tingkat dengan 8 sampai 12 bed setiap kamarnya dengan fasilitas kamar mandi di luar. Tapi jangan berharap ada hot water di dalamnya ya, karena fasilitas ini memang tidak ada. Wajar saja, karena untuk per malamnya setiap tamu hanya dikenakan biaya Rp70.000 saja. ๐Ÿ˜›

Selain dormitory rooms, hostel ini juga menyediakan cafe di lantai dua yang buka sampai pukul 23.00 malam. Di sana kamu bisa menikmati makanan atau minuman khas dari hostel ini selain kopi atau teh. Karena kedua minuman itu disediakan secara gratis untuk tamu. Enak kan?

Karena ini adalah pengalaman pertama saya, saya agak canggung untuk mengobrol dengan beberapa tetangga sebelah. Beruntung saja ada mas Luhur Catur Saputra sang resepsionis yang humble, atau seringnya dipanggil mas Lu dan mas Ridho tamu dari Padang. Mereka termasuk teman yang ramai, terlebih kita baru sebentar saling mengenal.

Tidak seperti yang saya takutkan sebelumnya. Nyatanya banyak teman-teman yang menginap di sini baik dan ramah-ramah. Kita bisa saling berbagi pengalaman satu sama lain selama tinggal di Bali. Ada yang sedang gagal menikah seperti Mbak Mawar (nama samaran karena lupa tanya), ada yang nyari peruntungan, ada yang nyari jodoh, dan ada yang seperti saya, istri jalan-jalan suami yang bekerja. ๐Ÿ˜›

Menginap di hostel dengan konsep dormitory ada kelebihan dan kekurangannya tentunya. Kelebihannya sudah saya sebutkan di atas. Bisa menambah teman dan juga keluarga. Dan kekurangannya, tinggal di hostel semacam ini tidak direkomendasikan untuk kamu yang senang menjaga privasi. Karena di sini privasi hanya sebatas gorden ranjang tidur doang!

Jika tidak menyukai keramaian, jangan sekali-kali nyoba ya. Karena akan terlihat aneh jika di sebuah kamar dengan berbagi dorm sedangkan kamu lebih suka ketenangan.

Dan dengan harga Rp70.000 jangan minta yang macam-macam. Jangan berharap akan ada breakfast, udah untung dapet coffee sama teh. Jangan berharap ada bathtub, di sini kamar mandinya kamar mandi bersama. Jangan berharap kamarnya luas, karena di sini kamarnya hanya selebar satu meteran! Asli buat kamu yang nggak siap dengan segala keunikan yang ada, jangan coba-coba pokoknya!

Sejauh ini, hostel ini nyaman dan ramah di kantong saya ketika saya sedang solo traveling. Keramahan staff dan tamu di sini membuat saya merasa memilik teman baru dari berbagai macam daerah.

Jadi bagaimana? Ingin mencoba hotel kapsul seperti saya? Ditunggu cerita seru kalian ya!

Catatan: Untuk foto maaf tidak banyak, ketika datang rooms sudah penuh dan berantakan ๐Ÿ˜€

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan