Keseruan Akhir Pekan di Pulau Gili Genting dan Pulau Gili Labak

Pulau Gili Labak

Menghabiskan akhir pekan memang sangat jarang saya lakukan dalam waktu dekat ini. Atau bisa dikatakan jarang saya lakukan. Mengingat bahwa saya paling tidak menyukai traveling saat akhir pekan. Dengan dalih, terlalu ramai dan macet tentu saja. Tapi untuk kali ini, saya melanggar aturan-aturan yang telah saya patuhi selama ini.

Pulang Kampung? Tanjung Puting? Bali? Atau Gili Labak. Empat destinasi yang sempat terlintas dalam wishlist destinasi tujuan wisata saya ketika mengambil cuti akhir tahun.

Tapi, setelah saya perhitungkan dari segi waktu dan budget (alasan utamanya) tentu saja. Gili Labak menjadi destinasi pilihan saya.

Awalnya saya sempat hopeless, tapi dengan berbagai persiapan yang serba mepet, akhirnya saya memilih Gili Labak sebagai tempat menjauh sejenak dari runitinas pekerjaan. Percayalah, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menikmati hari liburnya. Pun begitu dengan saya.

Dan sebelumnya saya juga minta maaf kepada teman-teman seperjuangan saya, saya dengan kurang ajarnya mengambil cuti yang akhirnya tidak jadi saya gunakan untuk pulang kampung dan malah liburan dengan alasan saya butuh jalan-jalan. 😂 Percayalah guys, budget saya tidak mencukupi. 😭

Tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mencari informasi tentang destinasi tersebut dalam internet, terlebih jika saya bepergian ketika weekend. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ‘padatnya’ saat itu.

Sampai pada akhirnya saya mendapatkan informasi ‘open trip‘ ke Gili Labak dengan harga yang murah dalam waktu dua hari satu malam.

Saya memang sengaja mengambil paket open trip karena beberapa pertimbangan. Selain nggak ribet, pasalnya Gili Labak termasuk salah satu destinasi wisata yang masih sulit untuk dijangkau. Belum transportasinya menuju Sumenep—Kabupaten Madura—titik terakhir sebelum penyeberangan, belum lagi sewa kapalnya untuk keliling pulau, yang kemungkinan sulit dilakukan jika saya hanya berdua saja dengan Yugo.

Setelah semuanya beres, mulai dari memesan tiket kereta sampai memesan seat untuk ke Gili Labak ke salah satu jasa open trip yang terpercaya. Keesokan harinya, saya langsung menuju ke Surabaya dengan menggunakan kereta. Beruntungnya saya mendapatkan tiket kereta kelas ekonomi yang masih tersedia saat akhir pekan tiba. Bukankah itu suatu keberuntungan yang sangat langka? Yah, meskipun saya harus beradu dengkul dengan penumpang lainnya! Dasar manja! Biasanya juga naik apa! 😂😂

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih enam jam tanpa drama di kereta, akhirnya pukul 22.00 kami tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya. Lalu pukul 01.00 dini hari, kami dan juga beberapa rombongan berangkat dari stasiun Gubeng menuju ke Kabupaten Sumenep, Madura. Untuk tiba di sana, kira-kira membutuhkan waktu empat jam lamanya, lumayanlah ya untuk istirahat! 😀

Dan tepat pukul 05.00 akhirnya kami tiba di Pelabuhan Tanjung—salah satu penyeberangan selain Pelabuhan Kalianget yang melayani penyeberangan ke Gili Labak dan Gili Genting.

Sunrise di Pelabuhan Tanjung
Sunrise di Pelabuhan Tanjung

Jika kamu tidak ingin menggunakan jasa open trip, untuk menyeberangi pulau, kamu akan dikenakan biaya Rp600.000 per kapal. Belum lagi jika ingin berhemat, kamu perlu mencari rombongan untuk diajak sharing cost.

Dengan mengambil paket dua hari satu malam. Untuk destinasi pertama, saya mengunjungi Gili Genting atau Pantai Sembilan. Salah satu pulau yang berada di satu kawasan dengan Pulau Gili Labak. Untuk sampai di Gili Genting, kapal dari Pelabuhan Tanjung membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam.

Kira-kira saya tiba di Gili Genting pukul 07.00 pagi. Pulau Sembilan ini masih sepi dari pengunjung meskipun saat itu menjelang akhir pekan. Tidak banyak yang saya lakukan ketika tiba di sana. Hanya sarapan lalu mengabadikan beberapa spot foto untuk menambah koleksi album saya. Dasar kekinian!

Di Gili Genting, terdapat enam desa dan beberapa fasilitas yang sudah memadai. Listrik pun sudah tersedia dua puluh empat jam di sana. Jika kamu ingin menginap di sana, Pulau Sembilan ini menyediakan cottage dan penginapan dengan kisaran harga mulai dari Rp350.000 sampai Rp750.000 dengan beberapa fasilitas yang berbeda pula. Selain berfoto, saya sebenarnya juga bisa snorkling, hanya saja, kami disarankan untuk snorklingnya di pulau selanjutnya. Sehingga beberapa jam di sana hanya kami habiskan bermain air di tepi pantainya.

Pasirnya putih dan bersih. Sudah banyak tong sampah dan fasilitas yang memadai seperti air bersih, toilet bersih dan juga warga setempat yang sangat ramah.

Lalu setelah puas bermain di Pulau Sembilan, saya dan rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Gili Labak. Untuk tiba di sana, kami membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam dari Gili Genting.

Oh ya, sepanjang perjalanan, saya dan rombongan harus menggunakan life jacket sebagai prosedur keamanan yang wajib dilakukan. Ingat ya, keselamatan itulah yang diutamakan.

Lalu, akhirnya kami tiba di Pulau Gili Labak pukul 09.30 pagi. Aktifitas pun bebas. Saya memilih beristirahat sejenak karena memang selama perjalanan di kapal, membuat saya sedikit mual karena tingginya ombak laut. Dan pukul 11.00 barulah saya dan rombongan di arahkan untuk bersiap untuk snorkling.

Biota laut yang indah dan jernihnya air laut, membuat saya dan rombongan ingin berlama-lamaan di dalam sana. Hanya saja, untuk saya hanyalah sebuah wacana. Saya pobhia kedalaman air laut. 😂😂 Palingan nyemplung setengah jam doang, itupun udah megap-megap!

Dan setelah puas bersnorkling ria, pukul 13.00 siang kami sudah harus menuju daratan untuk menikmati makan siang. Tidak ada yang spesial untuk makan siang kami, hanya sepiring mie goreng dan mie rebus. Itupun sudah nikmat yang haqiqie. 😂😂

Dan pukul 14.00 siang. Rombongan yang mengambil paket one day trip diarahkan untuk kembali ke kapal dan kembali ke Surabaya. Sedangkan yang mengambil paket dua hari satu malam seperti saya, disediakan fasilitas penginapan sederhana. Seperti hanya ada kasur, kipas angin, dan listrik seadanya. Selamat datang di dunia primitif! 😁

 

Traveler’s Note:

Tiket Klaten – Surabaya: Rp88.000 per orang (menggunakan kereta)

Paket Open Trip 2D1N: Rp325.000 per orang (all in)

Tiket Pulang Surabaya – Klaten: 100.000 per orang (menggunakan bus)

Artikel terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan